agnessekar.com

My Thought About This World

RSS
people

RAIHLAH KESEMPATAN UNTUK MEMBRITAKAN KEBENARAN

Adalah suatu kesempatan yang indah apabila menjelang Natal kita dapat merenung sejenak mengadakan refleksi diri dan perenungan mengenai kasih dan penyertaan Tuhan yang sudah kita alami sepanjang tahun ini. Tuhan yang telah dengan setia menuntun langkah kita dari hari kehari, dari bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun dengan menyatakan kemurahannya yang selalu baru setiap hari bahkan yang tidak habis-habisnya.

Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, takhabis-habisnya rahmatNya selalu baru setiap pagi, besar kesetiaanmu ” TUHAN ADALAH BAGIANKU ‘” , kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepadaNya. Jadikan Tuhan bagian hidup kita, dan mari berharap kepadaNYa senantiasa.

Adalah baik apabila kita menanti dengan diam pertolongan Tuhan, jangan sedih bila anda memikul kuk pada masa muda, sebab dari dalamnya Tuhan sedang mengadakan pembelajaran. Tidak untuk selamanya Tuhan mengucilkan. Walau ia mendatangkan susah, ia juga menyayangi menurut Kebesaran kasih setianya. Tuhan melihat dan memperhatikan perlakuan setiap orang terhadap kita, apakah adil atau tidak Biarlah ia merebahkan mukanya dalam debu mungkin ada harapan. Jangan mengeluh tentang keadaan hidup kalau mengeluh mengeluhlah tentang dosamu. Raihlah kesempatan untuk menerima pengampunan dan keselamatan, jangan menunda-nunda waktu untuk berubah, sebab esok bisa terlambat. Kapan ia akan datang untuk meminta pertanggung jawaban dari kehidupan kita, kita tidak ketahui, sebab Dia bisa datang menjemput kita setiap saat dan sewaktu-waktu.  Pada saat ini kita berada di pengghujung tahun 2008, tidak lama lagi kita akan memasuki tahun 2009.,  Saya atas nama pengurus kerohanian   bidang agama kristen PNS Pemprov. Kalteng mengucapkan terima kasih atas kebersamaan kita selama ini dan mohon maaf untuk semua kesalahan dan kekurangan saya.

Pesan saya : mari kita membritakan khabar keselamatan kepada keluarga kita dan mengambil kesempatan untuk melayani Tuhan dan mengambil kesempatan untuk mendukung Pekerjaan Tuhan.

Jangan lewatkan kesempatan yang baik ini, esok kan terlambat. Jesus bless You For Ever and Ever.

Regards, Agnes Sekar Supenni.

No Comments |

BUSY WHILE WAITING

Dialam ini tidak ada yang kekal, semuanya bakal mengalami proses decaying ( pelapukan ) Sebab itu jangan mentang-mentang, hiduplah dalam sebuh diri yang baik, yang berkwalitas dan yang membangun nilai dirinya melalui kegunaan bagi orang lain. Kita semua sedang menunggu, ada yang menunggu lulus tentamen, menungu jadi orang bener, menunggu jadi orang kaya, dan ada juga yang menunggu mati. Percayalah dia yang sibuk melakukan hal-hal baik saat menunggu akan mencapai banyak hal yang lebih baik.

Yang membedakan itu semua adalah yang kita kerjakan saat kita menunggu itu. Maka dari itu jadikanlah pribadi ini tumbuh lebih cepat dari apa yang seharusnya bisa dilakukan dan dicapai dengan cara jangan menunda-nunda yang seharusnya dilakukan.

Kita harus power Oriented dan dalam pendekatannya dilakukan dengan afilitation, setelah itu mulailah menyemangati diri untuk berlaku setia dan mencegah terjadinya rintangan. Kita jangan bosan untuk belajar apapun yang disodorkan dalam kehidupan ini. Kunci keberhasilannya adalah kejernihan pikiran dan kejelasan untuk mencapai tujuan dan bukan rancangan yang tidak pernah dilaksanakan. Bersegeralah terlibat dalam kesibukkan yang mendatangkan kebaikkan bagi orang lain. Sadari : kecerdasan, bakat dan latar belakang yang berlebihan semuanya tidak menjamin keberhasilan sesorang Tetapi siapapun dengan tenaga pribadi yang lebih besar dari orang lain akan ditempatkan di jenjang-jenjang yang dibedakan.. Potensi yang kita miliki adalah kasat mata, dan tergambar jelas dalam pikiran yang dituangkan dalam setiap tulisan.

Kita wajib mem iliki gagasan untuk mengkonversi prinsip transparan menjadi budaya yang membatin dalam setiap hal yang kita kerjakan. Kita harus menjadi unsur dari perubahan  untuk menjadikan orang lebih profesional, bekerja lebih efektif, bersikap terbuka dalam setiap proses pengambilan keputusan, serta terbuka untuk mengungkapkan setiap informasi yang bersifat material dan relevan mengenai aspek dari gerak dan langkahnya.

Sekarang banyak  kita jumpai Pemimpin yang terjebak dalam pikiran emosi negatif, hal itu tidak memberikan pengaruh baik bagi anak buahnya dan pemimpin demikian tidak lebih dari kebanyakan orang yang tidak mengerti untuk memanfaatkan bakat dan keunggulan buat keseksesan.

Ingat ! Hidup itu bukan untuk menjadi orang lain yang anda kagumi, tapi menjadi diri sendiri yang terbuka dengan kebijaksanaan hidup orang lain.

Regards, Agnes Sekar Supenni.

No Comments |

PEREMPUAN BERBICARA ( 2 )

Perpaduan antara pengetahuan yang baik dan kemampuan untuk berpikir cermat dan tepat akan membuat sesorang memiliki kemampuan lebih, yakni yang sering disebut naluri kepemimpinan, hal itulah yang memungkinkan untuk memimpin dengan baik. Ada begitu banyak peluang yang datang dalam kehidupan ini maka dari itulah perempuan harus peka untuk membaca situasi yang ada.

Perasaan rendah diri akan merampas energi, kekuasaan dan perhatian kita untuk berhubungan dengan orang lain karena perempuan terserap oleh perasaan bahwa perempuan kurang baik. Hal tersebut akan nampak jika kita berhadapan dengan orang yang mengingatkan akan kekurangan kita. Dalam situasi tersebut kita menjadi sangat sadar diri, sehingga tidak dapat memberikan perhatian cukup kepada orang lain, akibatnya kita tidak memberikan kesan yang baik atau mungkin akan dicap sebagai orang rendah diri yang menghalangi perempuan untuk mengasihi dan memperdulikan sesama.

Dengan demikian perempuan harus menemukan dan membenahi kelemahan yang dapat diperbaiki, karena kita semua memiliki talenta dan kelebihan tapi juga kita memiliki kelemahan. Ada yang dapat dirubah  dan diperbaiki sambil belajar dari kehidupan, yang terkadang kelemahannya tidak dapat diubah.

Tuhan menciptakan apa adanya kita, tidak dalam keberdosaan kita  namun dalam kelebihan dan kelemahan kita. Kita hrus melakukan yang terbaik yang dapat kita lakukan dengan kelebihan kita. Untuk itulah saya aktif menulis setiap hari menuangkan ide-ide yang mungkin berguna bagi semua orang.

Artinya kita harus puas dengan kelebihan kita dan jangan pernah iri dengan kelebihan orang lain yang lebih dari kita. Namun demikian, kita harus berusaha mengubah kelemahan yang bisa kita ubah dan mensyukuri apa yang sudah Tuhan berikan. Ingat ! perempuan jika tidak mengenal dirinya akan melihat pendapat orang lain baik itu pujian atau kritik, sebagai faktor penentu dalam pikiran atau perasaannya. Dan perempuan yang tidak dapat mengenali dirinya sendiri menjadi budak pendapat orang lain, sehingga tidak bebas menjadi diri sendiri.

Yang kita perlukan adalah kepercayaan diri yang didasarkan pada pengenalan akan Tuhan dan Penyerahan diri kepadaNya sambil juga menyadari bahwa Perempuan adalah mahluk ciptaannya yang unik, baik secara fisik mapun secara spiritual. Untuk itu perempuan harus menerima diri apaadanya tanpa rasa takut dan gengsi atau tanpa ketidak nyamanan maupun pemahaman yang salah dalam kesombongan atau kearogansian.

Regards, Agnes Sekar Supenni

No Comments |

PENGARUH STREOTIPE TERHADAP KARIER PEREMPUAN (2)

KEDUA, PERBEDAAN SEKS

Seperti contoh-contoh di atas tadi sifat-sifat lelaki dan perempuan selalu bertolak belakang. Bila laki-laki dipandang lebih rasional, maka perempuan dianggap irasional. Laki-laki lebih mandiri (independen), maka perempuan dianggap kurang mandiri (dependen).

Namun para peneliti tentang jender seperti Deuax dan Lewis (1984) menemukan kasus lain bahwa bila terdapat sifat positif pada laki-laki akan terjadi sifat negatif pada perempuan dan sebaliknya. Artinya perempuan tidak bisa serta merta selalu dicap negatif 100%, karena laki-laki juga memiliki kelemahan. Kasus seperti ini disebut dengan bipolar yaitu bahwa stereotipe memiliki dua kutub. Hal ini disebabkan karena penilaian seseorang terhadap sifat-sifat laki-laki dan perempuan banyak mengalami perbedaan yang signifikan. Oleh sebab itu melalui pendekatan seks (jenis kelamin) maka sifat laki-laki dan perempuan tidak bisa dilihat sebagai dua kutub yang saling bertentangan, karena pada kenyataannya ada sisi yang memiliki kesamaan dan bipolar.
KETIGA, KATEGORI STEREOTIPE
Pendekatan kategorisasi menyatakan adalah hal yang tidak mungkin kalau
manusia memiliki semua sifat-sifat negatif itu atau tidak memiliki
semua sifat-sifat negatif itu atau tidak memiliki sama sekali. Karena
pada kenyataannya semua manusia (laki-laki dan perempuan) memiliki
sifat positif dan negatif pada diri mereka. Penegasan selanjutnya
(berdasarkan hasil penelitian) mengatakan bahwa tidak hanya perempuan
yang lemah, kurang mandiri dan irasional, ternyata laki-laki juga
memiliki sifat demikian. Misalnya, kendatipun laki-laki dianggap lebih
kuat secara fisik, namun sebaliknya  perempuan lebih kuat secara
psikologis. Kemudian untuk melihat dominasi dalam keluarga apakah
laki-laki atau perempuan. Bila kita membandingkan antara keluarga
Minangkabau di mana keluarganya menganut sistem matriarkat dan
keluarga Jawa yang patriarkat pasti akan mengalami perbedaan. Jadi
menurut pandangan kategorisasi, bahwa cap negatif itu tidak hanya
memiliki oleh kaum perempuan, tapi ternyata bisa juga dimiliki kaum
lelaki.
AKAR STEREOTIPE
Ada dua teori yang menggali tentang asal-usul munculnya stereotipe
ini. Teori setitik kebenaran (Kernel of Truth) dan teori peranan
sosial. Teori setitik kebenaran didasarkan pada asumsi bahwa
stereotipe memilik beberapa bukti empiris yaitu adanya perbedaan yang
signifikan antara sifat-sifat laki-laki dan perempuan. Bahwa perbedaan
sifat tersebut bukan didasarkan pada perbedaan jenis kelamin, namun
akibat pernyataan yang berlebihan sebagai upaya memperoleh kebenaran.
Berdasarkan hasil penelitian kesamaan-kesamaan sifat laki-laki dan
perempuan banyak ditemukan daripada perbedaannya. Namun ada
kecenderungan orang untuk mencari kelemahan atau kejelekan orang lain
secara berlebihan dibanding mengangkat sifat-sifat positifnya. Teori
peranan sosial melihat bahwa stereotipe muncul dari perbedaan peranan
sosial antara laki-laki dan perempuan. Teori ini sebenarnya
berhubungan erat dengan pembagian peran domestik dan peran publik
antara laki-laki dan perempuan. Secara teoritis ada empat sisi yang
dapat dianalisis untuk melihat perbedaan antara laki-laki dan
perempuan. Pertama adalah melalui pembagian kerja (division Of Labor),
bahwa perempuan adalah pekerja pada ruang domestik dan ruang publik.
Konsep antara ruang domestik dan ruang publik membuat dikotomi antara
positif-negatif atau penting kurang penting. Ruang publik dinilai
sebagai sesuatu yang lebih penting, lebih berharga, lebih berbahaya
dibanding ruang domestik. Kedua adalah peran jender yang diharapkan.
Ada kebiasaan bagi kebanyakan orang mengharapkan banyak anak laki-laki
dibanding anak perempuan, karena anak laki-laki adalah penerus
kelangsungan hidup keluarga.  Tidak jarang terjadi satu keluarga
memiliki banyak anak karena berusaha mencari anak-anak laki-laki.
Sejak kecil anak laki-laki dan perempuan sudah dibedakan tugas dan
kewajibannya. Anak perempuan diajar memasak, menjahit, mencuci piring
dan membersihkan rumah, sementara anak laki-laki diajar untuk
mengambil air, mencari kayu di hutan dan berburu. Oleh sebab itu pada
saat mereka sudah besar, orang tua mengarahkan anaknya. Anak perempuan
menjadi guru dan perawat, anak laki-laki menjadi tentara dan pilot
atau hakim/jaksa.
Ketiga, Jenis keterampilan dan mitos, Ada mitos : “anak perempuan
tidak perlu sekolah tinggi-tinggi karena akhirnya bekerja di dapur
juga”. Keyakinan seperti ini sudah merendahkan kaum perempuan, bahwa
perempuan tidak memiliki kemampuan atau keterampilan untuk bekerja di
luar rumah tangga. Akibatnya budaya kita sekarang memandang bahwa
perempuan kurang cocok menjadi pemimpin karena tidak memiliki
kemampuan untuk menjadi pimpinan. Perempuan tidak bisa bekerja di
dunia politik, karena pekerjaan yang cocok adalah mendidik anak-anak,
melayani suami, membersihkan rumah dan memasak. Keempat, Perbedaan
jenis kelamin dalam hal prilaku sosial. Banyak orang kurang
mempercayai perempuan. Misalnya, pada saat pertemuan, meski seorang
perempuan memiliki  pendidikan tinggi seringkali pendapatnya diabaikan
oleh laki-laki. Pendapat laki-laki dianggap lebih penting/benar
dibanding peremuan. Kemudian urusan-urusan tradisional perempuan
seringkali tidak dianggap oleh laki-laki maupun sistem yang berlaku,
negara dan agama. Urusan dapur misalnya, sering dianggap remeh
dibandingkan soal ganti rugi tanah. Beberapa agama dan sistem budaya
menyakini bahwa perempuan tidak boleh menjadi pemimpin. Hanya
laki-laki lah yang menjadi pemimpin dalam segala bidang kehidupan.
PENGARUH STEREOTIPE PADA KARIER
Munculnya dan sekaligus diyakini cap-cap negatif tentang perempuan
seperti diuraikan di atas tadi, secara tidak langsung sangat
berpengaruh bagi pengembangan  karier perempuan. Artinya cap-cap
negatif tersebut sedikit banyak mengurangi kepercayaan masyarakat
terhadap perempuan dalam hal ini memberikan peluang-peluang yang
sederajat dengan kaum lelaki. Padahal sesungguhnya banyak perempuan
yang memiliki potensi yang sama bahkan melebihi potensi laki-laki
dalam menjalankan roda pemerintahan maupun di dalam dunia politik.
Hanya saja masalahnya, banyak perempuan belum diberikan kesempatan dan
kepercayaan untuk memegang jabatan-jabatan strategis seperti Kepala
Dinas, Kepala Biro, Asisten , Bupati, Sekwilda dan lain-lain.
Sehubungan dengan stereotipe atau cap-cap negatif tersebut disarankan
kepada semua perempuan untuk tidak tersinggung atau terpaku dan apatis
akibat cap-cap tersebut. Sekalipun cap-cap itu ada benarnya, namun
kita wajib berusaha untuk memperbaiki diri dan keluar dari lingkaran
stereotipe tersebut, dan sekaligus menunjukkan dan membuktikan kalau
kita kaum perempuan mampu dan dapat dipercaya untuk memegang suatu
jabatan yang penting. Karena stereotipe adalah hasil konstruksi
sosial-budaya, maka kitapun yakin hal itu bisa diubah menjadi
sifat-sifat yang positif dan bermanfaat untuk pembangunan. Kepada
masyarakat disarankan agar memiliki daya kritis dalam hal membaca dan
menyikapi  berbagai situasi dan wacana yang berkembang dewasa ini.
Terutama kaum perempuan berpikir secara ilmiah dan kritis itu sangat
perlu agar tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang negatif dan tidak
gampang menjadi sasaran kejahatan atau gosip-gosip yang tidak
bertanggung jawab. Apabila ada perempuan yang masih senang membuat
gosip, memiliki sifat iri dan dengki, suka mengadu domba, atau
menjelek-jelekan orang lain, atau ingin menjatuhkan orang lain dengan
cara yang kampungan, itu berarti bahwa kita jastifikasi atau
pembenaran tentang-tentang cap-cap negatif tersebut.
Pada era globalisasi dan moderinisasi ini banyak tantangan dan masalah
yang akan kita hadapi, terutama persaingan/kompetensi dalam berbagai
hal. Mendurut pendapat saya, untuk memenangkan persaingan itu hanya
ada satu syarat yaitu kualitas. Kita harus memiliki kualitas SDM yang
hal dalam segala bidang seperti menejerial (kepemimpinan), kepribadian
yang tangguh, memiliki etika yang terpuji, pengetahuan yang luas,
cekatan dalam bekerja, proaktif dalam mengambil keputusan, kemandirian
dalam menyusun dan mengembangkan program kerja dan memiliki tanggung
jawab terhadap semua pekerjaan yang telah, sedang dan akan dikerjakan,
serta jujur dan terbuka dalam pengelolaan keuangan. (*).

No Comments |

PEREMPUAN BERBICARA

Saya membuat tulisan ini sebagaimana biasa dengan perasaan dan kepedulian saya sebagai perempuan dan orang yang peduli perempuan pasti merindukan yang terbaik terjadi atas kaumnya. Disadari atau tidak struktur masyarakat yang tidak adil antara perempuan dan laki-laki masih terjadi pada masyarakat kita. Apa yang harus diperbuat ?Terjun ke lapangan untuk memberikan tenaga lebih banyak agar tujuan tercapai, atau menyiapkan strategi sebelum melangkah ? Lebih baik perempuan menyadari keberadaannya terlebih dahulu sebelum mencapai aksi untuk mencapai tujuan. Perempuan harus mengetahui kemampuan dan keterbatasannya, dan menyadari untuk memberikan jalan keluar yang tepat sebab kemampuan dan kelemahannya tidak akan memberikan jalan keluarnya. Mengapa perlu demikian ? Sebab tanpa pengenalan diri yang kuat perempuan akan terombang ambing diantara ketakutan dan gengsi diantara ketidaknyamanan dan kepercayaan diri yang berlebihan.

Tanpa pengenalan diri yang cukup perempuan akan berkutat dalam keriuhan aktifitas unutuk mencoba merasa diri lebih baik karena prestasinya, kedewasaan perempuan dan kualifikasinya sebagai pemimpin terlihat dalam hubungan dengan rekan kerja. Dalam masyarakat yang patrilineal ,pihak perempuan berada dalam posisi lack of power atau kelangkaan kekuasaan, maka untuk memperbaiki struktur masyarakat yang lebih adil, strategi yang harus ditempuh perempuan adalah berbicara, untuk menyikapi, perempuan harus sebagai subyek yang berbicara yang juga berarti subyek dari pernyataan. Diam dan bungkam akan menjadi tempat berteduh bagi kekuasaan, maka dari itulah perempuan harus tampil, bicara dan menolak.

Sangat penting bagi perempuan untuk memecah kebisuan teks dengan melancarkan strategi yaitu bicara dan menulis. Hal tersebut diperlukan untuk memahami keberadaannya, karena setiap manusia selalu berubah, bertumbuh dan belajar, gagal dan berhasil, mulai dan berhenti, selalu lebih baik atau lebih buruk dari yang sebelumnya, Maka dari itulah perempuan harus b erbicara sebagai Objek. Dan saya sebagai perempuan memiliki kewajiban moral untuk menyuarakan suara-suara perempuan yang selama ini terbisukan dari dunia yang lebih adil, lebih setara dan lebih manusiawi, seperti yang kita impi-impikan. Salah satu faktor yang harus dimiliki oleh perempuan adalah pengetahuan, perempuan harus memahami dengan baik cara berfikir lengkap tersistem serta tuntas, serta berfikir secara cermat dan tepat untuk membuat penafsiran serta keputusan yang tepat.

No Comments |