Banyaknya PKL di pusat perkotaan menimbulkan kemacetan arus lalu lintas dan kerawanan keamanan ,kegiatan PKL tersebut memanfaatkan Damija dan tempat Umum. Hal ini menyebabkan kota menjadi semrawut, tidak bersih, tidak indah, dan tidak nyaman. Selain itu berpotensi menimbulkan kerawanan social, sehingga diperlukan penataan PKL di kawasan perkotaan . Untuk menghadapi kondisi seperti ini harus dicarikan solusinya dengan menerapkan system kebijakkan yaitu dengan penertiban PKL serta penyediaan lokasi khusus yang strategis serta pembinaan, penataan, penguatan kelembagaan dan permodalan. Jika kita perhatikan karena tertanamnya pola perilaku dari masyarakat seperti : SDM PKL rendah, jumlah PKL semakin hari semakin banyak, lokasi keberadaan PKL yang menyebar, serta pelaksanaan penertiban lemah.
read more »
Hutan sebagai karunia dan amanah Tuhan YME yang dianugrahkan kepada bangsa Indonesia merupakan barang titipan anak cucu yang harus dijaga kelestariannya. Untuk itu wajib disyukuri, diurus dan dimanfaatkan secara optimal untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.
Hutan sebagai salah satu penentu system penyangga kehidupan dan sumber kemakmuran rakyat, telah cenderung menurun kondisinya. Oleh karena itu keberadaannya harus dipertahankan secara optimal, dijaga daya dukungnya secara lestari dan diurus dengan akhlak mulia, adil, arif dan bijaksana serta harus bertanggung jawab. Dalam perkembangannya terakhir, bahwa kondiai hutan sudah semakin kritis, erosi semakin meningkat, banjir dan tanah longsor sering terjadi sebagai salah satu akibat semakin banyaknya penebangan yang tidak terkontrol sehingga hutan sudah tidak mampu lagi menyangga kehidupan bagi bangsa Indonesia.
read more »
TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN INFORMASI
Teknologi Komunikasi dan Informasi hingga saat ini menjadi industri yang mengalami pertumbuhan pesat. Hal itu dimungkinkan karena industri tersebut menawarkan sejumlah peluang bisnis yang menguntungkan. Diperkirakan, pada tahun-tahun mendatang Industri Teknologi Komunikasi dan Informasi yang sangat pesat tersebut harus didukung oleh tenaga ahli teknologi komunikasi dan Informasi yang professional sehingga pada gilirannya mampu mengikuti perkembangan yang cepat dan tepat.
Perkembangan teknologi Komunikasi dan Informasi pada era globalisasi telah menuntut pengembangan SDM komunikasi dan Informasi yang professional. Oleh sebab itu kecenderungan yang akan tampak adalah pentingnya pengembangan sumber daya Kominfo yang professional yang mampu menjawab iklim perubahan tersebut secara cerdas, tegas dan Inofatif. Dalam upaya meningkatkan peluang tersebut kita dihadapi dengan berbagai tantangan seperti SDM yang mengelola komunikasi dan Informasi belum memiliki standar kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dan acuan standar internasional.Sistem pengembangan SDM di bidang Informasi belum mengarah pada pengembangan berbasis fungsional atau profesi.Kemampuan memproduksi SDM teknologi komunikasi dan Informasi masih rendah, sertta infrastruktur telekomunikasi di Indonesia masih belum memadai.
Permasalahan mendasar yang harus kita hadapi adalah upaya peningkatan kinerja bagi pengelola kominfo. Rendahnya kualitas SDM pengelola kominfo berdampak pada belum optimalnya kinerja yang ia lakukan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Berdasarkan hasil penelitian beberapa waktu yang lalu analisis pemecahan masalah untuk dapat mencapai kinerja yang optimal, perlua adanya suatu komitmen bersama dari seluruh lapisan masyarakat untuk mempersiapkan diri dan menyediakan perangkat keras maupun lunak sebagai landasan opersional beruba :
Pengembangan SDM di bidang Manajemen Informasi dan Teknologi Informasi melalui pudat Diklat.Selain itu penyediaan perangkat dan menerapkan system serta kemauan untuk saling berkoordinasi dengan mengesampingkan egoisme sektoral dengan kelancaran komunikasi dan Informasi. Yang perlu dikembangkan adalah pola kemitraan yaitu pengembangan SDM khususnya penyelenggaraan diklat yang dilaksanakan bersama-sama antara lembaga dengan prinsip saling menguntungkan. Mengaplikasikan pola pemberdayaan, adalah peningkatan kemampuan SDM kominfo oleh lembaga masyarakat untuk mengembangkan dirinya dalam melakukan pengkajian, pengembangan, sosialisasi, dan pemberian pendidikan kepada masyarakat di lingkungannya. Mengaplikasikan pola fasiltasi, seperti peningkatan kapasitas SDM kominfo oleh asosiasi, dunia usaha, dan lembaga masyarakat yang didukung atau difasilitasi oleh lembaga pemerintah, berupa bantuan program dan tenaga ahli. Terakhir adalah mengembangkan pola kompetisi, yaitu peningkatan kualitas SDM kominfo dengan menyelenggarakan berbagai kompetisi ( lomba ) di bidang kominfo, baik kompetisi diantara lembaga pemerintah maupun dunia usaha, dan lembaga pendidikan sehingga mereka mendapatkan stimulant untuk mengembangkan dirinya secara mandiri.
read more »





Recent Comments