agnessekar.com

My Thought About This World

RSS
people

TANTANGAN DAN PELUANG PEREMPUAN BERPOLITIK


BERPOLITIK DALAM PERSPEKTIF BUDAYA LOKAL

I. PENGANTAR
Undang-Undang No. 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum, khususnya pasal 65 telah memberikan peluang yang menggembirakan bagi kaum perempuan untuk berpartisipasi secara aktif dalam dunia politik. Undang-undang tersebut menyatakan agar setiap partai politik memperhatikan keterwakilan perempuan dalam Parpol mereka sekurang-kurangnya 30%. Dari berbagai media massa diperoleh informasi bahwa beberapa partai politik tidak bisa memenuhi keterwakilan perempaun sebanyak 30% yang disebabkan oleh berbagai hal.

Pertama adalah adanya keenggaan Partai Politik tertentu untuk merekrut perempuan sesuai quota 30%, sehingga ada diantara perempuan yang direkrut menjadi caleg oleh Parpol tertentu berada pada nomor sepatu. Kedua, ternyata banyak kaum perempuan yang belum siap masuk/terlibat dalam dunia politik dengan alasan pendidikan rendah dan belum memiliki pengetahuan yang memadai tentang dunia politik. Ketiga, ada kecendrungan bahwa kaum perempuan menganggap bahwa dunia politik adalah dunianya laki-laki, sehingga dianggap tabu bagi kaum perempuan. Makalah ini bertujuan untuk membahas beberapa tantangan dan peluang kaum perempuan untuk berpolitik. Sehubungan dengan hal itu maka analisis masalah akan membahas nilai-nilai budaya yang berperan membentuk realitas sosial yang menghambat proses kesetaraan jender dalam dunia politik. Di samping itu akan dibahas pula berbagai peluang yang bisa diangkat sebagai upaya untuk memperbesar kesempatan kaum perempuan terlibat dalam dunia politik.

read more »

60 Comments |

TERAS DIRAN PEMIMPIN YANG SUKSES

Sumber : Tabengan 21 Mei 2010.

Provinsi Kalteng ditangan Teras-Diran tumbuh dan berkembang dengan  cukup pesat. Ini menandakan bahwa keduanya sukses memimpin Kalteng.

http://hariantabengan.com/userfiles/Image/FOTO_2-DIMDIM.jpg

Saidul Mutassimi, tokoh masyarakat Kapuas mengaku bangga karena pembangunan yang telah dilakukan Teras-Diran selama ini dipersembahkan untuk rakyat Kalteng.

“Bukti nyata pembangunan Kalteng ditangan Teras-Diran tak perlu diragukan lagi. Malahan pembangunan ini menyebar ke semua daerah dengan cukup cepat,” kata pemilik Kedai Soto Banjar yang biasa disapa Simi ini.

Sosok pengayom masyarakat benar-benar telah diperlihatkan Teras-Diran, tanpa memandang perbedaan membuat masyarakat Kapuas semakin kuat untuk mendukung pasangan ini agar memenangkan Pemilu Kada Kalteng  periode 2010-2015 ini.

Apalagi, kata Simi, kita secara bersama bisa melihat bukti pembangunan di seluruh wilayah Kalteng. Pembangunan fisik maupun infrastruktur berjalan dengan maju dan cepat.

Jembatan Kahayan.

Harus diakui, kata Simi, saat ini warga Kalteng sangat menikmati buah pembangunan yang telah dilakukan Teras-Diran termasuk ruas jalan Palangka Raya-Buntok.

read more »

58 Comments |

SEMINAR REFLEKSI 10 TAHUN OTONOMI DAERAH KALTENG

Pembicara Nasional : Prof.DR.Sadu Wasistiono,MS.

Disampaikan pada acara Seminar Refleksi 10 tahun Otonomi Daerah Kalteng Hari : Selasa, 18 Mei 2010, Tempat : Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.

Pakar Penyusunan Grand Strategy Daerah Otonomi Prof Sadu Wasistiono mengatakan daerah pemekaran sebaiknya dalam kondisi baik secara geografis. “Kita lihat dari geografi, peta dari Bakorsutanal. Ini secara geografis, layak atau tidak,” kata Sadu, yang merupakan Pembantu Rektor I Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN).
Hal tersebut penting, menurutnya, untuk menghindari kerja yang mubazir, sehingga, tata letak pusat pemerintahan haruslah tidak dalam geografis yang rawan bencana. “Jangan di daerah yang potensi gempa, sebaiknya jangan jadi pusat pemerintahan. Seperti sekarang, Padang Mentawai, Muko-Muko itu daerah bencana. Kalau daerah bencana, cenderung tidak maju, karena sudah dibangun bagus-bagus, roboh lagi. Bangun lagi, habis lagi. Karena itu, jangan sampai kerja kita mubazir,” paparnya.

read more »

14 Comments |

PENGARUH STEREOTYPE TERHADAP KARIER PEREMPUAN

DIASUMSIKAN bahwa munculnya diskriminasi dan ketidakadilan jender, salah satunya yang Sangat berperan  adalah  akibat adanya cap-cap negatif terhadap perempuan yang terlanjur diterima oleh masyarakat dan dampaknya sulit untuk diubah. Tulisan ini bertujuan untuk menguak rahasia tentang stereotipe terutama tentang pengertian, implikasi dan akar stereotipe serta pengaruh stereotipe terhadap karier perempuan. PEMAHAMAN TENTANG STEREOTIPE (Stereotype) adalah pemberian label atau cap negatif yang  dikenakan kepada seseorang atau kelompok yang didasarkan pada status anggapan yang salah atau sesat. Cap negatif tersebut biasanya dilakukan dalam dua hubungan social atau lebih dan seringkali digunakan sebagai alasan untuk membenarkan sebuah tindakan dari status  kelompok pada kelompok yang lain Susan A Basow (1992) menegaskan bahwa yang paling mendasar dari pemahaman stereotipe ini adalah adanya pembagian kerja sesuai wilayah seperti domestik dan wilayah Publik. Wilayah Domestik adalah pekerjaan yang kurang penting dan kurang berbahaya dan sifatnya tertutup dan dikerjakan oleh perempuan, sementara wilayah publik adalah wilayahnya kaum lelaki karena sifatnya menantang dan memiliki resiko tinggi dan dianggap kurang pantas bagi perempuan untuk tampil di wilayah publik. Cap-cap negatif terhadap perempuan yang umumnya kita ketahui adalah : bahwa perempuan dianggap cengeng, suka digoda, irasional, emosional, tidak bisa mengambil keputusan, tidak mandiri (dependen), pasif, pendiam, pemalu, submisif, subyektif, cepat tersinggung/perasa, suka menyembunyikan perasaan, suka bersolek, cerewet, royal dan lain-lain. Menurut Mansour Fakih (2002) dalam masyarakat banyak sekali steretipe yang dilabelkan pada kaum perempuan yang akibatnya membatasi, menyulitkan, memiskinkan dan merugikan kaum perempuan. Karena adanya keyakinan masyarakat bahwa lelaki adalah pencari nafkah misalnya, setiap pekerjaan yang dilakukan oleh perempuan dinilai hanya sebagai “tambahan” dan oleh karenanya perempuan boleh dibayar rendah. Itulah makanya dalam suatu keluaga, sopir (dianggap pekerjaan lelaki) sering dibayar lebih tinggi dibanding seorang pembantu rumah tangga, meskipun tidak ada yang bisa menjamin bahwa pekerjaan sopir lebih berat dan lebih sulit dibanding memasak dan mencuci. Jadi sesungguhnya stereotipe/label/cap negatif terhadap perempuan adalah hasil konstruksi sosial-budaya yang sangat subyektif dan sangat negatif dan merendahkan status, harkat dan martabat perempuan sehingga sering membatasi langkah kaum perempuan untuk maju atau memperoleh posisi setara dengan kaum lelaki,

read more »

22 Comments |

PEMBANGUNAN KALTENG LUAR BIASA PESATNYA

PALANGKA RAYA, Tabengan: 5 Mei 2010

Ibu Kota Kalteng : Palangka Raya

Pembangunan di Provinsi Kalteng patut dibanggakan. Sejak berdiri hingga sekarang, perkembangannya begitu pesat dan luar biasa.

Hasil  Pembangunan Kalteng  luar biasa pesatnya ,semangat yang dibangun pasangan Teras-Diran, patut membanggakan hati rakyat Kalteng. Rakyat memiliki pemimpin yang dengan ketulusan hati dan  komitmen kuat membangun Kalteng.

Aquarius Hotel Kalteng

Gubernur Kalteng, Teras Narang saat Meninjau Hasil Pembangunan

Perkembangan pembangunan Kalteng dibagi  dalam beberapa tahap periode kepemimpinan, di antaranya saat Gubernur Tjilik Riwut (Alm) sampai dengan Renold Silvanus dan WA Gara (Alm), ketiganya yang meletakkan dasar pembangunan secara umum di Kalteng.

Setelah itu disusul era Gubernur Gatot Amrih, di mana pembangunan infrastruktur mulai tampak digenjot. Namun, saat Gubernur Warsito Rasman dan Gubernur Asmawi Agani (Alm), gerak pembangunan terkesan biasa-biasa saja, tidak ada gebrakan yang signifikan.

Saat pembangunan Kalteng di bawah kepemimpinan Gubernur Agustin Teras Narang, denyut pembangunan sangat terasa demikian pesat dan luar biasa. “Ini benar-benar  membanggakan kami sebagai bagian dari pendiri daerah ini,”

read more »

36 Comments |