Sumber : Tabengan 3 Mei 2010, disampaikan dalam Rangka Memperingati Hari Kartini STIMIC Palangka Raya Pada Hari : Kamis tgl 29 Mei, Pukul 10.00 Bertempat di Aula Bapelkes Kalteng.

Pemateri : AGNES SEKAR K.WIDEN
Perbedaan peranantara laki – laki dan perempuan dalam penguasaan , hak dan posisi, ternyata mengakibatkan ketidak adilan gender. Kenyataannya menunjukkan perempuan lebih banyak menerima kepahitan dibanding laki-laki. .
Pada suatu waktu dalam suatu seminar konggress peningkatan kualitas perempuan diungkapakan : Setengah dari umat manusia adalah perempauan dan dua pertiga dari pekerjaan di dunia dilakukan oleh perempuan. Sepersepuluh dari pendapatan yang dihasilkan di dunia dihasilkan oleh perempuan. Seperseratus dari kepemilikan tanah/rumah ( property ) dikuasai oleh perempuan.
Ketidak adilan gender muncul karena proses penciptaan budaya merupakan hal yang kompleks. Ada nilai ada teknologi, ada system pergaulan, perkawinan. Bentuk-bentuk ketidak adilan gender itu antara lain :
- Marginalisasi ( Peminggiran Ekonomi )
- Sub Ordinasi ( Penomorduaan )
- Beban Kerja berlebih
- Cap-Cap Negatif ( Stereotype )
- Kekerasan.





Recent Comments