
Pemimpin yang cerdik pasti tahu bagaimana cara untuk menangani tekanan. Karena tekanan dalam sebuah kepemimpinan merupakan tantangan yang harus ditangani secara bijak dengan memperhatikan setiap situasi dan kondisi secara profesional.
Dalam situasi ini, rasionalitas jelas harus dijaga agar selalu lebih unggul daripada emosi hati. , tidak ada rasionalitas yang meluap-luap, sebaliknya yang sering ada adalah EMOSI YANG MELUAP LUAP.
Pemimpin harus melibatkan semua kekuatan dalam pengambilan keputusan penting. Sebab, saat semua kekuatan merasa terwakili secara bijaksana, maka risiko dari tekanan yang ada akan menjadi minimal. tentu saja harus membuat keputusan akhir untuk mengatasi tekanan, tapi sebaiknya pemimpin meminta dukungan dari tim intinya dalam proses pengambilan keputusan tersebut. Juga harus memfungsikan tim intinya secara maksimal untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. Urun rembug dapat memberikan jalan keluar agar permasalahan dapat terselesaikan dalam menghadapi tekanan kompetitif yang berdampak pada isu negative.
Memang masalah yang kita hadapi sekarang ini sudah seperti lingkaran setan…. sudah seperti benang kusut. Jadi walau pemerintah mengeluarkan aturan sebagus apapun sulit untuk mengatasi atau menghapus isu yg berkembang . Solusinya memang benang kusut itu harus diuraikan dulu menjadi benang yang tegak lurus sehingga akan terlihat bagaimana mengatasinya secara bersama-sama.
SOSIALISASI MENUMBUHKAN MINAT BACA MASYARAKAT SEKALIGUS MEMBERIKAN BANTUAN BUKU-BUKU BACAAN UNTUK WARGA KALAMPANGAN PALANGKA RAYA TGL 6 DESEMBER 2010, PUKUL 14.30, DI KALAMPANGAN PALANGKA RAYA, PEMBICARA : KETUA DWP UNPAR ; NY. AGNES SEKAR.KUMPIADY.
Peringatan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-11 yang bertemakan “Melalui HUT ke-11 kita tingkatkan potensi dan kreatifitas anggota Dharma Wanita Persatuan UNPAR , dimeriahkan dengan berbagai kegiatan yang bersifat sederhana, hemat biaya dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat sekitar . Diantara kegiatan dimaksud adalah Sosialisasi menumbuhkan minat baca masyarakat Kalteng, Hal tsb sesuai dengan visi Gubernur Kalteng 2010-2015 adalah merevitalisasi SDM masyarakat Kalteng yang pintar dan harati ( bermatabat ). “Saya yakin segenap pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan UNPAR Kalteng memiliki potensi yang tidak kecil untuk berkarya sesuai bakat, latar belakang pendidikan dan pengalaman masing-masing. Manfaatkan masa ini untuk terus mengembangkan potensi dan bakat tersebut, kemudian dalami dan kembangkan dengan menambah pengetahuan maupun pengalaman yang baru agar bermanfaat bagi banyak orang.
Globalisasi kata ini sering didengung-dengungkan mulai dari pakar ekonomi, sampai penjual sayur di pasar. Dalam kata globalisasi tsb. Tercantum makna hilangnya satu situasi dimana berbagai pergerakkan barang dan jasa antar Negara diseluruh dunia dapat bergerak bebas dalam perdagangan, tidak boleh ada lagi proteksi ataupun monopoli.
Dengan terbukanya satu Negara terhadap Negara lain, yang masuk bukan hanya barang dan jasa tetapi juga teknologi, pola komsumsi, pendidikan, nilai budaya dan lain-lain..
Globalisasi, mesti diakui, adalah “mantra” baru bagi siapa pun yang memasuki arena wacana publik. Ketika globalisasi telah berubah menjadi mantra, maka banyak orang terus melafalkannya seraya mengharap datangnya keajaiban maupun menolak bala yang bakal menjelang. Apa boleh buat, istilah yang terlanjur popular, sebagaimana halnya globalisasi ini, membuat kita terperosok dalam kekaburan makna. Globalisasi jadi mirip “keranjang besar”yang mewadahi konsep atau pengertian apa pun. Bahkan, globalisasi dengan gampang menjadi “kambing hitam” bagi pelbagai problem sosial, ekonomi dan politik yang menyusup ke dalam retorika para elit politik.
David Held membantu kita memilah sikap terhadap globalisasi itu: hiperglobalis, skeptis dan transformasionalis. Bagi kaum hiperglobalis, globalisasi telah menjadikan negara (pemerintahan nasional) tidak lagi relevan karena telah digantikan oleh pasar global. Sementara bagi kaum skeptis, apa yang disebut dengan pasar global sebagai sesuatu yang berlebih-lebihan karena pemerintahan nasional tetap berperan dalam melancarkan proses liberalisasi ekonomi. Globalisasi, tidak seperti sangkaan banyak kalangan, justru kian memarginalkan negara-negara selatan. Terakhir, di mata kaum transformasionalis, globalisasi merupakan kekuatan utama di balik derasnya proses perubahan masyarakat modern yang mengubah tatanan dunia









Recent Comments