KANKER SERVIKS , ( paparan tanggal 7 Maret pada Acara Dharma Wanita Unpar Kalteng)

Dalam rangka rangkaian memperingati hari Kartini bulan April yang akan datang Dharma Wanita Persatuan Unpar melaksanakan Penyuluhan tentang Solusi Masalah Kewanitaan ( Kanker Serviks ), Pembicara : Dr. Endang Narang M.Kes dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng, Acara dibuka oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Unpar Kalteng : Ny. Agnes Sekar Kumpiady Widen. Berikut paparannya :
Apa Itu Kanker Serviks (kanker Leher Rahim) ?
Kanker serviks adalah tumbuhnya sel-sel tidak normal pada leher rahim
Kanker serviks merupakan kanker yang tersering dijumpai di Indonesia baik diantara kanker pada perempuan dan pada semua jenis kanker kejadiannya hampir 27% diantara penyakit di Indonesia.
Kaum perempuan selain rentan terkena penyakit kanker payudara, juga rentan terhadap kanker pada daerah kandungan, salah satunya adalah kanker serviks atau kanker mulut rahim. Setiap hari sedikitnya ada 8 hingga 10 kasus baru kanker mulut rahim . Setiap tahun rata rata ditemukan kasus baru kanker mulut rahim sebanyak 300-350 orang. Ironisnya, sekitar 60-80% penderita yang datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi stadium lanjut. Kanker serviks ditemukan pada usia muda. Artinya, perempuan produktif pun juga tidak luput dari ancaman kanker serviks.
Ketua Dharma Wanita Unpar Ny. Agnes Kumpiady dan Dr.Endang Narang.M.Kes.( Dinas Kesehatan Prov. Kalteng )
Dokter Endang Narang M.Kes dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng menjelaskan, terlambatnya deteksi kanker terjadi karena pengetahuan masyarakat mengenai kanker mulut rahim masih terbatas ditambah kurangnya kesadaran untuk periksa ke dokter. Apalagi, pada permulaan, gejala kanker mulut rahim memang sulit diketahui karena tidak ada keluhan.
Perubahan awal yang terjadi pada sel leher rahim tidak selalu merupakan suatu tanda-tanda kanker. Pemeriksaan Pap smear test yang teratur sangat diperlukan untuk mengetahui lebih dini adanya perubahan awal dari sel-sel kanker. Perubahan sel-sel kanker selanjutnya dapat menyebabkan pendarahan setelah aktivitas sexual atau diantara masa menstruasi. “Jika mendapatkan tanda-tanda tersebut, anda sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter,” ujarnya.







Recent Comments