agnessekar.com

My Thought About This World

RSS
people

BERPIKIR SISTEMIK

Pada pagi hari tadi saya kedatangan tamu dari Instansi lain berbincang bincang masalah Psikotest  yang baru saja dia baca  dalam media local hari ini , Ia membaca sebagian per bagian  belum menyeluruh  sehingga mengartikan isi dari media itu salah . Ketika saya telaah kembali apa yang kurang dari perbincangan tadi adalah menyimpulkan kalimat sebagian per bagian  akan menghasilkan kalimat  yang salah ., lebih baik jika kita membaca semua Kalimat   terlebih dulu sebelum kita membahasnya, karena seringkali ketika kita membaca kalimat  tersebut satu per satu, ketika kita melangkah ke kalimat  berikutnya baru kita  benar-benar mengerti apa yang dimaksud.

Ini  adalah contoh yang lebih umum, ketika kita menterjemahkan kalimat antar bahasa, jika kita artikan kata-katanya satu per satu tanpa melihat konteks kalimatnya, kemudian menyatukannya, hasil terjemahannya bukan tidak mungkin menghasilkan kalimat yang aneh/janggal .

read more »

41 Comments |

MEMBAYAR KEWAJIBAN YANG HARUS DILAKUKAN

Jangan bermimpi untuk hidup sukses sebelum kita melakukan  kewajiban yang harus kita penuhi. Hal yang membahagiakan  itu tidak akan pernah datang sebelum kita bisa setia dengan hal yang kecil. Didalam aspek apapun didalam hidup kita, kita perlu belajar dari  kehidupan ini , sebab saya  telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Baik  kekurangan  ataupun  kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang menjadi rahasia; karena alam telah menyediakan sesuatu yang baik untuk kita semua. Namun banyak  manusia yang tidak mengupayakan  bahkan tidak berupaya untuk meraihnya.

Keinginan- keinginan yang ada pada manusia-lah yang seringkali menjauhkan manusia dari kesuksesan  menuju kebahagiaan . ”. Kebahagiaan adalah sebuah kondisi tanpa syarat. Kita  tidak perlu memiliki apapun untuk berbahagia. Kita ucapkan  dan  mempercayai serta memutuskan bahagia dapat dipastikan  hal tsb akan terjadi.   Jika saya menelaah  kehidupan ini   saya sangat bersyukur dengan apa yang sudah saya peroleh : pangkat, jabatan/kedudukan, bahkan keluarga yang baik. Namun demikian saya sangat mendambakan hidup yang lebih bermanfaat bagi banyak orang. Saya selalu memikirkan hal ini, bahkan ketika saya berada di ladang saya mempunyai ide agar ladang ini harus memberikan manfaat bagi  orang sekitar saya. Kemudian ide saya itu saya tuangkan dalam bentuk proposal jadilah saya menjadi Ketua kelompok tani di tempat ladang  di desa saya. Saya percaya bahwa apapun yang Tuhan taruh dalam kehidupan ini selalu yang terbaik dan merupakan rencananya Tuhan.. . Berikutnya  saya selalu  bersyukur.. Saya selalu belajar menerapkan dalam hidup ini  senantiasa mengucapkan  syukur  dalam situasi apapun.. Bersyukur atas pekerjaan yang Tuhan percayakan , bersukur atas keluarga yang mencintai saya, bersyukur atas masalah yang disodorkan dalam hidup saya. Saya selalu menekankan dalam keluarga saya dalam melakukan segala hal memiliki niat baik, bekerja dengan tekun dan cerdas. Dalam setiap usaha harus dilakukan dengan serius, tidak cepat puas dengan yg telah dilakukan tetapi selalu mencari inovasi-inovasi baru.

read more »

22 Comments |

TANTANGAN DAN PELUANG PEREMPUAN BERPOLITIK


BERPOLITIK DALAM PERSPEKTIF BUDAYA LOKAL

I. PENGANTAR
Undang-Undang No. 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum, khususnya pasal 65 telah memberikan peluang yang menggembirakan bagi kaum perempuan untuk berpartisipasi secara aktif dalam dunia politik. Undang-undang tersebut menyatakan agar setiap partai politik memperhatikan keterwakilan perempuan dalam Parpol mereka sekurang-kurangnya 30%. Dari berbagai media massa diperoleh informasi bahwa beberapa partai politik tidak bisa memenuhi keterwakilan perempaun sebanyak 30% yang disebabkan oleh berbagai hal.

Pertama adalah adanya keenggaan Partai Politik tertentu untuk merekrut perempuan sesuai quota 30%, sehingga ada diantara perempuan yang direkrut menjadi caleg oleh Parpol tertentu berada pada nomor sepatu. Kedua, ternyata banyak kaum perempuan yang belum siap masuk/terlibat dalam dunia politik dengan alasan pendidikan rendah dan belum memiliki pengetahuan yang memadai tentang dunia politik. Ketiga, ada kecendrungan bahwa kaum perempuan menganggap bahwa dunia politik adalah dunianya laki-laki, sehingga dianggap tabu bagi kaum perempuan. Makalah ini bertujuan untuk membahas beberapa tantangan dan peluang kaum perempuan untuk berpolitik. Sehubungan dengan hal itu maka analisis masalah akan membahas nilai-nilai budaya yang berperan membentuk realitas sosial yang menghambat proses kesetaraan jender dalam dunia politik. Di samping itu akan dibahas pula berbagai peluang yang bisa diangkat sebagai upaya untuk memperbesar kesempatan kaum perempuan terlibat dalam dunia politik.

read more »

60 Comments |

PENGARUH STEREOTYPE TERHADAP KARIER PEREMPUAN

DIASUMSIKAN bahwa munculnya diskriminasi dan ketidakadilan jender, salah satunya yang Sangat berperan  adalah  akibat adanya cap-cap negatif terhadap perempuan yang terlanjur diterima oleh masyarakat dan dampaknya sulit untuk diubah. Tulisan ini bertujuan untuk menguak rahasia tentang stereotipe terutama tentang pengertian, implikasi dan akar stereotipe serta pengaruh stereotipe terhadap karier perempuan. PEMAHAMAN TENTANG STEREOTIPE (Stereotype) adalah pemberian label atau cap negatif yang  dikenakan kepada seseorang atau kelompok yang didasarkan pada status anggapan yang salah atau sesat. Cap negatif tersebut biasanya dilakukan dalam dua hubungan social atau lebih dan seringkali digunakan sebagai alasan untuk membenarkan sebuah tindakan dari status  kelompok pada kelompok yang lain Susan A Basow (1992) menegaskan bahwa yang paling mendasar dari pemahaman stereotipe ini adalah adanya pembagian kerja sesuai wilayah seperti domestik dan wilayah Publik. Wilayah Domestik adalah pekerjaan yang kurang penting dan kurang berbahaya dan sifatnya tertutup dan dikerjakan oleh perempuan, sementara wilayah publik adalah wilayahnya kaum lelaki karena sifatnya menantang dan memiliki resiko tinggi dan dianggap kurang pantas bagi perempuan untuk tampil di wilayah publik. Cap-cap negatif terhadap perempuan yang umumnya kita ketahui adalah : bahwa perempuan dianggap cengeng, suka digoda, irasional, emosional, tidak bisa mengambil keputusan, tidak mandiri (dependen), pasif, pendiam, pemalu, submisif, subyektif, cepat tersinggung/perasa, suka menyembunyikan perasaan, suka bersolek, cerewet, royal dan lain-lain. Menurut Mansour Fakih (2002) dalam masyarakat banyak sekali steretipe yang dilabelkan pada kaum perempuan yang akibatnya membatasi, menyulitkan, memiskinkan dan merugikan kaum perempuan. Karena adanya keyakinan masyarakat bahwa lelaki adalah pencari nafkah misalnya, setiap pekerjaan yang dilakukan oleh perempuan dinilai hanya sebagai “tambahan” dan oleh karenanya perempuan boleh dibayar rendah. Itulah makanya dalam suatu keluaga, sopir (dianggap pekerjaan lelaki) sering dibayar lebih tinggi dibanding seorang pembantu rumah tangga, meskipun tidak ada yang bisa menjamin bahwa pekerjaan sopir lebih berat dan lebih sulit dibanding memasak dan mencuci. Jadi sesungguhnya stereotipe/label/cap negatif terhadap perempuan adalah hasil konstruksi sosial-budaya yang sangat subyektif dan sangat negatif dan merendahkan status, harkat dan martabat perempuan sehingga sering membatasi langkah kaum perempuan untuk maju atau memperoleh posisi setara dengan kaum lelaki,

read more »

22 Comments |

KEBERHASILAN DENGAN KEINDAHAN


pemimpin dunia lagi berak

Tulisan ini terinspirasi ketika rapat Ikatan Pustakawan  Indonesia  , beberapa hari lalu .. Seorang peserta rapat curhat bagaimana ia mencintai pekerjaannya, berikut petikan percakapannya :

Keberhasilan,  dengan  keindahan  atau apapun namanya adalah sebuah proses. Proses yang tak datang dengan begitu saja, tetapi ada suatu tindakan nyata .Sukses adalah buah dari komitmen dan proses terus menerus untuk mencapai  sasaran .Keberhasilan serta keindahan  adalah sifat dari sesuatu yang memberi kita rasa senang bila melihatnya. Dalam ,keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok..

.Kenapa keberhasilan tampak begitu mudah menghampiri orang lain dan tidak pada diri anda? Kenapa orang lain tampak begitu gampang mendapat apapun yang diinginkannya, sedang anda sekalipun merasa sudah berusaha SANGAT keras, bahkan mungkin jungkir balik ke sana kemari namun yang didapat hanya sedikit. Apa benar itu karena takdir? Apa mungkin mereka lebih beruntung dari anda.

Tentang orang-orang yang berhasil, , mereka memiliki beberapa  kriteria : Mencintai yang dilakukan. Orang-orang sukses biasanya berhasil di bidang yang dicintainya. Karena senang dengan yang dilakukannya, mereka akan menjalaninya dengan riang gembira. Tanpa ada paksaan. Berorientasi pada tujuan. Orang-orang sukses selalu berorientasi pada tujuan .  Tahu mengapa harus melakukan sesuatu. Dan memfokuskan usahanya untuk mencapai tujuan itu.
read more »

52 Comments |