agnessekar.com

My Thought About This World

RSS
people

TOLERAN DAN EMPATI SALAH SATU MODAL MELAYANI MASYARAKAT

Foto Cowok Tampan

Salah satu  parameter untuk mengukur kualitas PNS adalah kemampuannya untuk bersikap empati dan mudah toleran. Dua komponen ini merupakan unsur-unsur yang akan membentuk pribadi yang cerdas secara emosional. Selain hal tsb diatas  PNS yang berkualitas sebagai abdi negara dan abdi masyarakat  harus memiliki ketekunan. Tekun melakukan pekerjaan apapun yang diberikan kepadanya, tekun berusaha menyelesaikan apa yang sedang dikerjakannya serta berhati teguh  dalam melaksanakan pekerjaannya. Akan menjadi aneh jika ada PNS yang hari-harinya jalan-jalan pada jam kerja atau duduk-duduk  di kantin berlama-lama. PNS  yang profesional tentu tidak akan bermalas-malasan, banyak hal yang bisa dikerjakan, Jika  jadwal kegiatan belum dimulai kita dapat memulainya dengan persiapan, bahkan membacapun akan menjadi hal menarik kalau ditekuni secara benar.

read more »

20 Comments |

PUSAT PELAYANAN TERPADU PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK (P2TP2A)

seorang wanita tidak sadarkan diri sedang diseret oleh petugas Rehabilitasi, akibat pengaruh heroin.

Sumber : Pemda Kendal dan NSPK Perlindungan Anak JKT.

KDRT juga Terjadi di Kalangan Istri PNS
Masalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dewasa ini semakin mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Hal ini disebabkan karena jumlah perempuan dan anak yang menjadi korban menunjukkan angka yang cukup tinggi. Perempuan yang paling banyak menjadi korban ternyata juga berasal dari berbagai kalangan dan lintas status sosial, termasuk di antaranya lingkungan pegawai negeri sipil (PNS). Kondisi yang lebih memprihatinkan adalah banyak diantara kasus-kasus KDRT tersebut mengalami kendala dalam proses hukum meski telah dilaporkan kepada polisi.

Terhambatnya sebuah proses hukum KDRT biasanya terjadi karena kurangnya pemahaman korban mengenai sebuah proses hukum yang dapat ditempuh untuk mendapatkan keadilan. Hal ini tentunya saja amat disayangkan mengingat pemerintah telah mengeluarkan UU No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga yang mengamanatkan upaya perlindungan, hak-hak korban dan sanksi hukum bagi pelaku KDRT.

read more »

22 Comments |

PEREMPUAN CERDAS

Perempuan cerdas itu indah, ia tidak mudah dibohongi oleh apapun atau siapapun. Perempuan cerdas itu tidak mudah terpesona dengan bujuk rayu yang tidak bermutu. Ia memahami bahwa kecerdasan perempuan itu bukan aksesoris semu diatas panggung semata. Perempuan cerdas itu terwujud dalam karyanyata. Ia berprestasi dalam bidang yang memang benar-benar memaksimalkan peran otak dan akal bukan sekedar akal-akalan saja. Perempuan cerdas itu langsung terasa efeknya ke masyarakat. Selain mengukir prestasi dalam bentuk kemampuan akademis yang okay, kecerdasannyapun bisa juga diraih dalam bentuk keterampilan. Perempuan cerdas adalah perempuan yang mampu menyelesaikan seluruh permasalahan dalam hidupnya dengan satu tolak ukur tertentu yang bertanggung jawab.

Tidak jarang kita terjebak dalam reaksi-reaksi jangka pendek terhadap masalah-masalah kita dan kehilangan pandangan pada keuntungan jangka panjang dari upaya memposisikan diri kita untuk tanggap kepada yang lebih penting dan prioritas. Mohon diperhatikan bila cara anda mem udahkan, tidak akan ada masalah yang menyulitkan, dahulukan logika anda, jangan biarkan pikiran keliru menaungi anda. Bila tidak diingatkan banyak orang yang sedang menjalani kehidupan tanpa kesadaran bahwa ia harus mencapai sesuatu.Sebagian orang kurang suka untuk mengharuskan hidupnya mencapai sesuatu yang jelas, terukur dan berbatas waktu. Dia lupa menghindari pembenahan masa kini hanya akan memudahkan pembenahan masa YAD. Ketegasan tidak sama dengan kekerasan. Sudah pasti bukan kemarahan, ketegasan adalah jelas dan tetapnya pilihan keputusan yang diambil pada saat yang dibutuhkan.

Keyakinan yang dibutuhkan perempuan untuk membangun ketegasan tidak datang karena anda mengetahui semua jawaban bagi masalah anda, tetapi karena anda terbuka bagi semua orang. Seorang yang tegas, justru menyadari bahwa ada beragam kemungkinan yang bisa menemuinya disetiap langkahnya. Kita harus tegas untuk memutuskan untuk bersikap, bertindak dan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang diperlukan. Dan orang yang tidak tegas memutuskan bagi kebaikannya, sebetulnya telah sangat tegas un tuk membiarkan dirinya merasa kecil.

Seseorang dapat dikatakan hebat jika memiliki nilai keberadaan pribadi maupun sosial. Perempuan diperlukan sebagai variasi kebutuhan memiliki kemampuan lebih baik dari pada rekan-rekannya berada dalam bahya untuk jatuh  secara tidak disadari kedalam bahaya yang halus, yaitu kurang peka akan sikon yang ada. Ia merasa pertimbangannya lebih tepat dari pada orang lain. Karena itu demi pekerjaan mereka tidak akan melepaskan kedudukannya. Ia tetap memegang kekuasaan itu lama setelah pekerjaan itu sepatutnya diserahkan kepada orang lain, yang lebih muda. Kecenderungan membahayakan bagi perkembangan kemajuan organisasi yang dipimpinnya.

2 Comments |

Hindari Kekerasan Perempuan

Sangatlah menarik membaca rencana Program Kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan RI yang baru, Dr. Meutia Farida Hatta. Sosialisasi Undang-undang tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga merupakan program utama yang menjadi prioritas pada 100 hari pertama untuk mengawali kepemimpinannya sebagai Menteri. Kendatipun kita masih belum mengenal lebih jauh dengan profil Dr. Meutia Farida Hatta. “namun sebaiknya kita lebih optimis dan menaruh harapan lebih banyak kepadanya. Sebagai menteri yang baru, beliau tentu tidak bisa bekerja sendiri. Apalagi masalah yang berhubungan dengan perempuan sangat kompleks dan dinamis, sehingga dibutuhkan keahlian dan kesabaran untuk menanganinya.

Oleh sebab itu penanganan masalah perempuan adalah tugas kita semua baik lelaki maupun perempuan,”ungkap Sekretaris Krida Wanita Swadiri Dra. Agnes Sekar Supenni. Agnes sangat optimistis masalah perempuan akan dapat diselesaikan dengan baik, asal ditangani secara bersama-sama, ilmiah dan professional. Khusus mengenai sosialisasi Undang-undang tentang Kekerasaan Dalam Rumah Tangga, menurut Agnes adalah suatu program ynag sudah lama dicanangkan, namun masalahnya sosialisasi program tersebut masih kurang optimal karena terkendala masalah dana dan tenaga.

Kemudian sasaran sosialisasi tentang kekerasan dalam rumah tangga pada umumnya hanya diikuti oleh perempuan, padahal aktor kekerasan dalam rumah tangga yaitu laki-laki (suami) tidak tersentuh oleh program sosialisasi. Kekerasan dalam rumah tangga dapat digolongkan ke dalam dua jenis, yaitu : kekerasan fisik dan kekerasan non fisik. “kekerasan fisik yaitu perbuatan yang sifatnya menyakiti pihak lain secara fisik, seperti : tinju, cubitan, tempeleng, tandang, tusuk, dipukul, diinjak, pemaksaan melakukan hubungan seksual, dan lain-lain. Sedangkan kekerasan non fisik adalah kekerasan yang sifatnya tidak langsung secara fisik yang bersifat psikologis dan pembatasan hak misalnya penghinaan, sumpah serapah, pemaksaan menggunakan alat kontrasepsi pada istri, pembatasan pemberian nafkah/uang belanja, larangan bagi perempuan untuk mencari ilmu, serta mengembangkan karier, perselingkuhan dan poligami oleh laki-laki, pengurungan dalam rumah, pemaksaan melakukan aktivitas seksual, pemasungan hak politik perempuan, pemaksaan perkawinan, melarang ikut kegiatan sosial, mengeksploitasi anak-anak dan istri bekerja di rumah, dan lain-lain,” ungkapnya panjang lebar.

Sehubungan dengan program sosialisasi undang-undang kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dalam tiga bulan pertama, Agnes menyarankan agar yang menjadi sasaran dalam sosialisasi tersebut adalah semua unsur yang terlibat dalam rumah tangga, yaitu laki-laki atau pihak suami, perempuan sebagai istri dan anak-anak. Di samping itu yang tidak kalah pentingnya adalah semua dinas/instansi/lembaga, unsur legislastif, eksekutif dan yudikatif. Dukungan dari pemerintah (Gubernur, Walikota dan Bupati) sangat menentukan keberhasilan dari sosialisasi Undang-undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

1 Comment |

Diklat Kerasipan

Gunung Mas-Guna meningkatkan kesadaran dan kepedulian tinggi terhadap arsip sebagai aset Negara, digelar Diklat Apresiasi Kearsipan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas. Acara yang dihadiri sekitar 80 pejabat di unit-unit kearsipan dan pejabat dari tata usaha dari Badan, Dinas serta Unit Satuan Kerja Kabupaten Gunung Mas.

Kegiatan Diklat tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Gunung Mas diwakili Asisten III Drs. Hendri Demas, kemarin dan akan berlangsung selama dua hari mulai tanggal 6 hingga 7 Desember 2004. Kepala Bidang Arsip Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Dra. Agnes Sekar Supenni dalam sambutannya mengatakan, publik umumnya masih belum memiliki kesadaran dan kepedulian yang tinggi terhadap arsip sebagai aset Negara. Hal ini ternyata bukan terjadi pada masyarakat yang memiliki pendidikan yang cukup tinggi, bahkan masyarakat intelektual pun masih menganggap arsip sebagai tumpukan kertas yang tak berguna. Sehingga akibatnya tidak ada perhatian yang cukup kearah tersebut serta sering kali arsip ditelantarkan begitu saja tanpa memiliki tampat yang layak.“pengelolaan asip sangat penting agar arsip tidak hilang atau tercecer, sehingga pada akhirnya dapat menggangu roda pemerintahan dan pembangunan,”terang Agnes. Selain itu dijelaskan kenyataan tersebut menunjukkan sampai saat ini pengelolaan arsip yang dilakukan oleh sebagian besar instansi pemerintahan bukan dilaksanakan secara baik dan benar. Sehingga mengakibatkan banyak arsip yang sulit ditemukan atau hilang sama sekali. “hal ini tampaknya menjadi fenomena yang keliru tentang penanganan bidang kearsipan,” imbuhnya.

Sedangkan bertindak sebagai Unit Ketua Penyelenggara Drs. Yansiwuh, Kepala Arsip Kabupaten Gunung Mas. Selain itu juga diadakan praktek Kearsipan Manajemen Formulir oleh Dra. Rushayati yang selanjutnya dilakukan praktek penyusunan jadwal retensi arsip.

No Comments |